Rabu, 06 Oktober 2010

oktober 07-2

Mantra Seks Aji Alugoro

Mantra Aji Alugoro

Sudah menjadi suratan alam, lelaki selalu ingin menunjukkan keperkasaannya di atas ranjang. Padahal, mereka tak punya waktu untuk menjadi perkasa secara alamiah…

Sebelum jenis obat keperkasaan menjamur seperi sekarang, nenek moyang kita telah melakukan olah batin untuk hal yang satu ini. Oleh karena itu jangan heran, pada zamannya, seorang raja memiliki lebih dari satu istri dan hidup bahagia serta perkasa hingga akhir hayatnya.

Sungguh beruntung, di tengah-tengan keadaan masyarakat yang menginginkan segala sesuatu yang serba instant, Penulis bertemu dengan Mas Tono. Dia adalah sahabat Penulis yang pernah mendapatkan ijazah Ajian Alugoro dan Ajian Pengiket Sukmo dari salah seorang spiritualis yang bermukim di bilangan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, Ajian Alugoro amat bermanfaat untuk urusan seks. Sementara itu, Ajian Pengiket Sukmo amat berguna untuk mengikat kesetiaan isteri agar dia tetap setia dan tidak berniat untuk memiliki PIL.

Bila Ajian Alugoro dibaca sebelum melakukan hubungan seksual, maka (konon) penis akan menguat bahkan membesar sebagaimana yang dikehendaki. Dengan kata lain, bagi yang sudah menguasainya, dijamin tidak akan pernah loyo walau tubuh sudah dimakan oleh usia.

Adapun laku ritualnya, adalah:

  • Melakukan puasa sunnah selama lima hari, dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Alugoro. Selama puasa, hanya boleh menyantap makanan kering yang tidak berkuah.
  • Puasa dijalankan tanpa putus. Dan usia mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian dibaca sebanyak empat puluh empat kali. Dan pada tengah malam, dirikan shalat hajat atau shalat tahajud guna mendapatkan ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini. Mantra cukup dibaca tiga kali saja.

Mantra yang harus dilafadzkan, adalah:

Bismillahirrahmannirrahim.

Bayu mulur, bayuku si sabdo geni,

Bayuku si sabdo joyo,

E … gedene sak lengenku,

Ramuh siro tangio.

  • Setelah puasa selesai, buatlah upacara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung ayam untuk dimakan bersama keluarga.
  • Pada saat hendak senggama, baca Shalawat Nabi tiga kali dan mantra cukup sekali, lalu, tiupkan pada penis. Dan ajian ini akan semakin menyatu bila seusai shalat Maghrib dan Subuh dibaca masing-masing tiga kali dalam satu tarukan nafas.

Sementara, ritual Ajian Pengiket Sukma adalah sebagai berikut:

  • Lakukan puasa sunnah selama tiga hari, yang dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Pengiket Sukma.
  • Puasa dijalankankan tanpa putus. Usai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian ini dibaca tiga puluh tiga kali. Dan pada tengah malam, dirikanlah shalat hajat atau tahajud guna memohon ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini dengan sebaik-baiknya.
  • Adapun mantra Ajian Pengiket Sukmo, adalah:

Bismillahirrahmannirrahim.

Idzkola Yusufi li aabadi inii,

Ro’aitu ahada asyara,

Kaukabau wasy syamsa wa ummi …,

Ro’aituhum lisaajidin.

  • Seusai puasa, buatlah acara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung seekor ayam untuk dimakan bersama keluarga.
  • Seyogyanya, ajian ini dibaca setelah ajian di atas diucapkan. Dan untuk menggunakan ajian ini cukup membaca shalawat nabi tiga kali dan manteranya sekali. Kemudian tiupkan pada penis. Ajian ini akan menyatu bila selalu dibaca tiap hari seusai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh sebanyak tiga kali dalam satu tarikan nafas.

Demikian dua ajian yang merupakan satu paket kesatuan tak terpisahkan untuk kelanggengan hidup berumah tangga. Semoga bermanfaat.

Mengundang Cinta Lewat Pandangan Mata

Caranya cukup mudah dan praktis. Sediakan sebatang rokok kemudian bacakan ayat dibawah ini sebanyak 41 (empat puluh satu) kali lalu hembuskan ke batang rokok tadi. Nah…!!! Rokok sudah dapat dijadikan sarana undangan cinta seseorang.

Hisaplah roko seperti biasa dihadapan atau disekitar orang yang dimaksud. hembuskan asap rokok kepadanya. kalaupun si dia merokok boleh juga dia yang merokok. Dengan dihisapnya rokok kemudian masuk ke rongga dada maka masuk jugalah nama anda yang telah membawa bendera cinta untuk meraih cinta si dia.

“Peringatan Pemerintah: Dilarang merokok. Karena Merokok dapat mengganggu kesehatan, kanker dan janin”

Cinta pada umummnya muncul dari mata lalu tumbuh ke lubuk hati. Karena mata adalah jendela hati. betapa indahnya cinta yang diawali pandangan mata, terlebih lagi apabila cinta pada pandangan pertama.

Untuk mengundang cinta melalui pandangan mata, yang harus dilakukan adalah bermanis-manis mukalah pada saat memandang pasangan yang di inginkan.

sambil membaca ilmu mahabah dibawah ini:

UCAPAN MELAYUNYA KIRA-KIRA seperti ini:

” BISMILAHHIRROHMANIRROHIM,

KULLU AMRIN ZIBAALIN MIN SHOHBIHII AHBAABIHII MINAL KHOIRI ZIKRULLAAH.

NIAT INGSUN AMATEK AJIKU GRIYA AGUNG

SUN SEBULAKE ING PUCUKI RAMBUTE SI…(SEBUT NAMANYA)

LUWIH BRANTANI SI…(SEBUT NAMANYA)

LUWIH GERSAH BINGUNG ATINE SI…(SEBUT NAMANYA)

MUGO-MUGO ASIH ING AWAK SELIRAKU”

Dibaca sebanyak 3x

AJI PANGLIMUNAN: MENGHILANG DARI PANDANGAN MATA

Diciptakan untuk dijalani. Diciptakan untuk dicoba dan berhasil. Inilah prinsip siswa perguruan olah batin. Bagaimanapun juga diciptakannya banyak ajian oleh para leluhur kita dulu tidak hanya untuk menjadi perbendaharaan ilmu kesaktian saja. Namun, berbagai ajian itu diciptakan agar dilakoni/dijalani dan memberikan kemanfaatan.

Pada suatu kurun waktu, adalah sebuah suratan takdir bila seseorang harus mengalami sebuah kejadian yang tidak diharapkannya. Misalnya, apa yang dialami oleh nenek atau kakek kita dulu, atau simbahnya kakek atau nenek kita dulu. Kalau di suruh memilih, mungkin mereka akan memilih hidup di jaman sekarang yang serba enak dan mudah. Namun, karena takdir akhirnya mereka harus dilahirkan pada jaman peperangan, jaman sengsara, jaman dimana seleksi alam berlaku: yang kuat akan menang dan yang lemah akan kalah.

Dalam khasanah perbendaharaan ilmu kesaktian Jawa, kita mengenal Aji Panglimuman. Pemilik ajian ini benar-bila bisa menghilang dari pandangan mata sehingga tidak bisa dideteksi keberadaannya. Para pendekar yang memiliki aji panglimunan dipastikan mereka yang ilmu kesaktiannya sudah sampai tataran tinggi. Olah rasa/batinnya sudah benar-benar bisa dibuktikan. Sebab ajian ini sebenarnya untuk njangkepi/melengkapi semua ajian yang sudah ada.

Ajian panglimunan adalah jenis ajian yang tidak digunakan untuk menyerang, namun untuk menghindar dari serangan fisik dan metafisik. Maka sifat Aji panglimunan ini adalah untuk bertahan dan menjauh tanpa diketahui oleh pihak lawan. Meskipun begitu, Aji Panglimunan juga bisa digunakan untuk memasuki wilayah-wilayah musuh untuk mencuri informasi penyerangan. Maka ajian ini cocok untuk para telik sandi namun tidak boleh digunakan untuk mencuri. Sebab, bila digunakan untuk mencuri untuk kepentingan pribadi, maka si pemiliknya akan mendapatkan celaka.

Untuk mendapatkan ajian langka ini, para murid paguron harus melaksanakan laku sebgai berikut: Puasa ngebleng 7 hari 7 malam, dimulai pada hari Selasa Kliwon. Mantra ajian ini sebagai berikut:

“Sir ora katon, sirep berkat saking nabi Muhammad la illaha illallahu yahu anta anta hem, iyo iyo hum nasrum hu allah”

Setelah usai menjalani laku, pagi harinya saat matahari terbit para murid ini merapalkan mantra aji panglimunan dan membuktikan apakah mereka sudah bisa menghilang dengan cara melihat bayangannya sendiri. Tanda-tanda ajian ini sudah bekerja dengan baik adalah bila tubuhnya sudah tidak ada bayangannya lagi. Ini artinya mata manusia biasa sudah tidak bisa melihat dirinya lagi.

Namun, bila belum berhasil menghilangkan tubuh, itu berarti dia masih belum menguasai aji panglimunan dan harus kembali menjalani laku puasa ngebleng dari awal.

Bila sudah berhasil menguasai ajian hebat ini termasuk juga ajian lin, oleh para leluhur kita disarankan untuk menggunakannya dengan bijaksana yang disertai dengan sikap rendah hati dan mampu menguasai emosi sebaik-baiknya. Bhirawa Anoraga: Perkasa tapi rendah hati. Sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang berbudi luhur dengan memeri kemanfaatan pada sesama, mengayomi/melindungi mereka yang lemah dan tidak menebar permusuhan. Kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan. “Suradira jayadiningrat, lebur dening pangastuti.”

ARS EROTICA JAVANESE WOMAN

karon

Ada banyak tipe perempuan. Salah satunya bertipe SURYA SUMURUP yaitu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini konon menjadi idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.


Tipe perempuan lainnya di antaranya adalah:…


BULAN DADARI yaiku sing raine sumringah rada bunder, awake sedengan alise kandel, rambute ireng lemes, merit kencete.PISANG SULUH, awak imut, kulit kuning, pasuryane ketok ana otot semburat ijo, sinom ketel, mata amba rada belo, mranani ati saben pria sing nyawang, tindak tanduke merak ati, gawe welas asih.

SEMONGGO WARU iku sing awake lencir, kulite ireng manis, bangekane merit, payudarane montok dan mata rada amba, atine rada nyengit nek rambute kriting basane pinter nyimpen rahasia seneng dijak selingkuh.

LINTANG KARAINAN iku sing awak imut, rambut ireng kandel, kulit sawo mateng, alis kandel, montok lan bangkekan merit, bisa nyimpen wadi, atine alus gampang tersinggung tapi gampang tresna.

DURGASARI, awak ipel-ipel nanging dempal, kulit sawo matang, rambut tipis, bangkekan sedengan, sikil kandel, dlamakan njebebeh (ketoke cah panekan merga sering munggah gunung), susu gede montok, nek omong ceplas-ceplos, tandang gawene sak kepenake, nanging jujur apa anane.

SUBONDRIO: awak rada langsing lan lencir, kulit kuning bangkekan cilik, rambut kandel, sabar, setia, gak gampang kena goda.

RAKSASA DURGA, badan dempal, kulit ireng, rambute kriting, susu gede sikile cilik mlakune oyag-ayig.

MRICA PECAH, badan ramping/singset,kulit kuning rada putih,rambut biasa dan awak rada montok, bisa nyimpan rahasia.

MACAN KETAWAN, raine sumringah, mata mblalak, badan rada gedhe, kulit bang-bang awak, adate keras, tabah ngadhepi goda,seneng nulung lan bisa sabar.

CIRI WANITA YANG COCOK DIJADIKAN ISTERI:

Bentuk sirahe bunder. Wajah bunder kaya wulan purnama. Jidate rata lan serasi. Matanya rada amba/njahit, tapi enak disawang. Sorotan mripate cumleret tajem, arang-arang kedep lan gak seneng lirak-lirik. Alise rada lurus dan idepe rapi. Irunge lurus lan rada mbangir garis sisi kiwa tengen irung katon jelas.

Ambane tutuk (cangkem) sederhana. Lambene mingkem rapet untune gak ketok. Nanging ketok sumringah. Lambene rata gak ketok cembung. Kupinge kandel lan apik.

Janggute menarik dan daging nang janggut ketok kandel. Driji-drijine lancip, tapi kukune kandel. Tapak tangankandel. Tapi bagian tengah alus kaya sutera.

Bentuk tapak kaki dan drijine apik, tapi drijine kandel tebal tapi lembut dan kaku nenawa lagi midak lemah. Kuku kandel. Badannya amba lan daging punggunya kandel (mentek). Balung-balunge rangka sederhana utawa alus, kulitnya ya alus lan lemes, tapi singset. Nek ngguyu awake ora melok obah-obah, utawa ajrut-ajrutan.

Lungguhe teratur rapi. Nek lungguh timpuh, sikile rapet lan rapi. Nek lungguh anteng ora pencilakan. Nek mlaku lembeyane kaya blarak sempal maksude gak nganti mbukak ketek lan awake gak melok lenggak-lenggok.

Benarkah analisis yang tertera di Serat Centhini ini ya? Ya, daya tarik perempuan dan daya tarik erotiknya tidak akan pernah habis dibicarakan. Bagi kaum pria akan ngobrol soal seks secara lebih bebas daripada kaum wanita yang lebih suka bisik-bisik. Seks merupakan naluri instingtif manusia yang paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari, menganalisis, menyusun manual (panduan), atau mengungkapkannya lewat karya sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

Beberapa karya kuno yang pernah ada di dunia di antaranya Ars Amatoria (The Art of Love) karya penyair Romawi, Publius Ovidius Naso (43 SM – 17 M) atau Kama Sutra karya Vatsyayana dari India, yang ditaksir hidup di zaman Gupta (sekitar abad ke 1 – 6 M). Keduanya adalah kitab klasik petunjuk untuk menikmati seks. Sementara di Jawa pada awal abad ke-19 ditulis karya sastra yang hebat yaitu Serat Centhini (nama resminya Suluk Tembangraras). Serat ini digubah pada sekitar 1815 oleh tiga orang pujangga istana Kraton Surakarta, yaitu Yasadipura 11, Ranggasutrasna, dan R. Ng. Sastradipura (Haji Ahmad ilhar) atas perintah K.G.P.A.A. Amengkunegara II atau Sinuhun Paku Buwana V.

Otto Sukatno CR dalam bukunya Seks Para Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa memaparkan satu bab dalam Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang antara lain memang bicara soal seks. Dalam Serat Centhini, masalah seksual diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling.

Dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan dengan gamblang soal OLAH ASMARA yang berhubungan dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Misalnya, cara membuka atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah agar lelaki tidak cepat ejakulasi.

Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan secara blak-blakan bagaimana PRATINGKAHING CUMBANA (gaya persetubuhan) serta sifat-sifat perempuan dan bagaimana cara membangkitkan nafsu asmaranya. Perempuan tidak selamanya bersikap lugu, pasif dalam masalah seks sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selama ini kita terima. Mereka juga memiliki kebebasan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal mereka selalu digambarkan pasrah, nrima kepada lelaki.

Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Di ruang belakang di rumah pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua-muda sedang duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang membicarakan pengalamannya dinikahi lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah-masalah seksual lainnya yang membuat mereka tertawa cekikikan.

Salah satu percakapan itu misalnya seperti ini, “Nyai Tengah menjawab sambil bertanya, Benar dugaanku, Ni Daya, dia memang sangat kesulitan, napasnya tersengal. Saya batuk saja, eh lepas Mak bul mudah sekali lepasnya. Tak pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, karena meski besar seakan mati.”

Soal katuranggan juga banyak diungkapkan dalam Serat Centhini. Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan dapat diartikan sebagai watak, sifat, atau tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya. Dalam budaya katuranggan, terdapat beberapa ciri perempuan yang menjadi idealitas lelaki untuk dijadikan istri. Tipe-tipe perempuan demikian, di antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, atau mutyara.

Sebagai gambaran, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sino m (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini menjadi idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Lebih dari itu ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Sementara itu dalam Kitab Primbon Lumanakim Adammakna terungkap ciri perempuan yang menggairahkan secara seksual antara lain, bertubuh kecil, wajahnya merah bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Atau, bertubuh kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning bersemu hijau, sinom menggumpal. Atau, bertubuh tinggi langsing, badan mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang.

Etika Bersenggama
Menurut Ki Kumitir, etika bersenggama diungkap secara jelas dalam “NITISAKE WIJINING DUMADI”. Setidaknya saat bersenggama ada empat perkara yang harus diperhatikan yaitu “eneng, ening, awas, eling.”

1. Eneng, iya iku wektu karon-sih atine kudu eneng (menep), dene paedahe bisa suwe wetuning rahsa, lan gawe kandeling wiji,. Amarga ati kang menep mau bisa ngenthelake wiji (jiwa), kentheling jiwa bisa mahanani kandeling wiji, ing wusana dadining anak ing tembe bisa dawa umure.

(Saat bersenggama hati harus tenang ‘menep’. Manfaatnya agar rahsa yang tersatukan itu bisa beproses lama dan membuat Jiwa kuat sehingga nanti anak yang akan dilahirkan bisa panjang umur.)

2. Ening, iya iku atine kudu ening, dene paedahe bisa nikmat rasane lan manfaat. Amarga kaweningan mau bisa gawe weninging wiji (tetep trimurti), wiji kang tetep trimurti mau ing wiji ala apa becik, dene panengerane wujud cahya kaya kawasa.

(Hati harus hening, agar tercapai kenikmatan dan manfaat. Keheningan bisa membuat Jiwa juga jernih)

3. Awas, iya iku kudu mulat kedep-liringing rabine, wektu karon-sih, kendho apa mempeng, utawa ngulatake tumitising wiji ala apa becik, dene panengerane wujud cahya kaya kang wis kapratelakake ing dhuwur.

(Mengawasi pasangannya saat bersenggama, apakah santai atau serius. Ini juga berpengaruh pada jiwa apakah itu baik atau buruk)

4. Eling, iya iku aja mikir liya-liyane, kajaba eling yen wektu iku lagi nitisake wiji, mula yen rabine semu kendho ing karon-sih, wajib eling, manawa durung binuka bakuning rasa, tumuli duweya osik sumedya mbuka kadatoning rahsa, supaya rabine mau gumregut rasane, lan maneh yen nyumurupi cahyaning wiji ala kang bakal tumitis, banjur enggal-enggal bisa nglebur sarana laku nusupake utawa mutahake menyang ing jaba. Dene manawa uninga wiji becik kang bakal tumitis, iya banjur bisa mrenahake ing papan samestine.

(Tidak berpikir macam-macam, konsetrasi sedang berhubungan jiwa raga. Ini akan membuka kerajaan rasa dan memberikan cahaya terang pada jiwa yang akan dilahirkan…)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar